Selasa, 07 Maret 2017

SEBUAH KEKUATAN

Selasa, 7 Maret 2017

Kekuatan itu ada pada dirimu sendiri

Mulai dirundung rasa rindu yang begitu mendalam lagi terhadap apa yang pernah aku lewati. Sebelum pada akhirnya hati yang lemah menerima masukan ini, merasakan hal yang pahit lagi.
Saat semua telah berdiri dengan tegak memberi dorongan dan harapan serta kekuatan yang besar, kini entah mengapa semua itu bagaikan lautan yang tak bertepi, luluh hancur jalan yang membawa pada kesempatan diri untuk bisa beradaptasi.
Allah... aku masih punya Dzat Yang Maha Melindungi, melindungiku dari segala sisi,
perkuat hati dengan selalu mengingat bahwa hanya kepada-Mu lah aku pasrahkan semua ini.
Rasulullah bersabda :
الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِز وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْت كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ 
 
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. 
Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. 
Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan kalau (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim)
Baru tadi pagi mendapat hadist yang berbunyi demikian, dan ternyata sulit untuk mengaplikasikan dalam keadaan sekarang. Entah bagaimana aku bisa menempatkan hatiku pada posisi yang semula ketika sudah semakin berkurang dari mereka yang memberi kepercayaan itu.
Sangat susah untuk mengungkapkan rasa, tapi inilah fakta.
Aku sadar bahwa aku memang jauh dibawah mereka, tapi aku berusaha untuk tidak membandingkan semuanya. Saat aku berada di titik paling bawah, apa yang bisa kurasa? Hanya rasa kecewa yang entah selalu teringat saat dekat dengan mereka. Dan tak ada yang bisa menyalahkan mereka atas ini semua, karena memang akulah yang belum bisa mengimbangi mereka. Aku hanya bisa berkata dalam hati saat semua telah usai, saat semua telah terjadi. Allah mengetahui segalanya, hanya dengan diam perkataan yang menyakitkan itu bisa hilang meski sesaat muncul bersamaan dengan mimpi.
Karena instropeksi diri membawa kita untuk tetap menyanyangi mereka, meski terkadang lelah menerima kata dari mereka yang justru menurunkan kepercayaan diri.
Kekuatan itu hanya bisa muncul dari dirimu sendiri bukan dari mereka.
Tetapi kekuatanku bisa muncul dari Allahu Robbii dan darimu, iya darimu…
Saat dekapan erat itu menghangatkan diri yang penuh dengan kesalahan ini,
saat tangan yang begitu lembut itu melindungi dari rasa dinginnya angin di malam hari,
saat bersama melihat indahnya bintang dan rembulan dengan suara nyanyian yang aku tak tau apa itu artinya.
Dan saat itulah  air mata ini tak bisa terbendung lagi,
أنا مشتق مشتق و مشتق إليك    أنت في قلبي دائما ابي ...
Baca selengkapnya »

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © Tinta Hitam Menguatkan 2010

Template By Nano Yulianto