Rabu, 16 Agustus 2017

karena kebersamaan ituu...

Yogyakarta, 16 Agustus 2017

Eps. 2
.....

Pernah pada suatu hari saat idul fitri. Si anak bungsu Ahmad, melihat seekor kelinci putih yang badannya gemuk, telinganya panjang, bulunya tipis dan halus, lucu serta menggemaskan (pokoknya gitu lah… hehe), dan apa yang terjadi? Si bungsu meminta untuk membawa pulang kelinci tersebut. Sambil menangis dan tetap ngotot ingin memiliki kelinci tersebut, akhirnya si pemilik kelinci memberikannya untuk si bungsu yang imut dan menggemaskan itu (sama kayak kelincinya ya… wkwk imut dan menggemaskan).

Memang, kebersamaan adalah hal terindah yg dimiliki setiap insan.
Sungguh kemurahan Allah sangat terasa ketika kita bisa bersyukur dalam keadaan apapun.
Begitu juga kebersamaan yang keluarga kecil ini rasakan, tak lain adalah keluarga Ahmad.

Ada dua tempat yang menjdi favorit mereka, PAGGORA dan warung makan di salah satu gang.
Setiap pulang dari rumah saudara, mereka selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat ini. Tempat yang sederhana namun disinilah setiap kenangan itu terjadi.
Pada siang hari yang terik, dengan membonceng istri yang memangku si buah hati dan memboncengnya si buah hati yang lain di depan mereka mampir ke tempat wisata PAGGORA. Tempat yang sangat rindang dan sejuk, banyak orang yang datang ke tempat ini apalagi waktu hari raya Idul Fitri.

Memang tempat ini dulunya sangat sejuk dan masih banyak pohon, tapi sekarang pohon-pohon sudah ditebang dan berganti dengan area permainan yang tujuannya untuk menarik wisatawan.
Setelah membayar tiket untuk 3 orang (2 dewasa dan 1 anak) mereka masuk ke dalam tempat wisata dengan penuh syukur karena masih bisa melewati waktu bersama di tempat yang sederhana. Mereka mulai berjalan menyusuri setiap  tempat yang tersembunyi, kemudian duduk di samping kolam ikan yang juga merupakan tempat area perahu kecil berlayar. Sembari menikmati ikan dan perahu yang saling adu kecepatan, mereka membuka bungkus makanan yang dibawa dari rumah saudara mereka, kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanan pulang pada sore hari sekitaran pukul 4 sore, naah ada satu warung kecil yang menjadi tempat favorit mereka, entahlah apa istimewanya warung ini, kecil, sempit, dengan menu soto dan es teh andalannya. Setelah selesai makan barulahlah ahmad melanjutkan mengayuh sepedanya untuk sampai dirumah dengan rasa capek, pegal dan lelah (mungkin). Yaa mereka tetap bersyukur bisa berkunjung meski dengan jarak dan transportasi yang  seadanya…

            Kebahagiaan yang berawal dari lantunan syukur setiap keadaan lah yang membuat senyum itu terlukis indah serta rasa qonaah yang tinggi yang membuat setiap jalan hidup terasa begitu berarti. yaa dialah Ahmad, ayahku. Dengan penuh syukur aku rasakan setiap kebersamaan kita, meski waktu telah menggantikan dirimu menjadi kenangan yang berharga,  semoga engkau bisa mendapatkan JannahNya aamiin...
Baca selengkapnya » 0 komentar

Copyright © Tinta Hitam Menguatkan 2010

Template By Nano Yulianto