Jumat, 05 Februari 2016

sebagian kata



Kala mega menundukkan dirinya

Cahaya rembulan mulai tersenyum pada sang insan

Kala petang datang menghampiri

Bayangan sang pahlawan mulai terlihat kembali

Kulihat bayangan semu masa lalu

Yang tak henti hentinya berada dalam rasa pilu

Kuingin rasa manis yang dulu, terasa hilang

Hilang dalam kehidupan yang tak abadi ini

Hanya engkau pengobat hati yang tergores ini

Kerasnya kehidupan yang harus dilalui

Sedikit terasa berat tanpa hadirnya engkau

Engkau sudah bisa merasakan kehidupan yang abadi

yang tak akan pernah kembali ke dunia fana'

Padamu ku ingin berbagi rasa suka dan duka

Tapi kini...

Melihatmu saja ku tak bisa

Rintihan qolbuku akan terdengar olehmu

Tapi rintihanmu takkan terdengar olehku

Maafkan diri ini yang tak peduli

Dan kini ku sesali semua yang telah terjadi


Baca selengkapnya » 0 komentar

Copyright © Tinta Hitam Menguatkan 2010

Template By Nano Yulianto