Kala mega menundukkan dirinya
Cahaya rembulan mulai tersenyum pada sang insan
Kala petang datang menghampiri
Bayangan sang pahlawan mulai terlihat kembali
Kulihat bayangan semu masa lalu
Yang tak henti hentinya berada dalam rasa pilu
Kuingin rasa manis yang dulu, terasa hilang
Hilang dalam kehidupan yang tak abadi ini
Hanya engkau pengobat hati yang tergores ini
Kerasnya kehidupan yang harus dilalui
Sedikit terasa berat tanpa hadirnya engkau
Engkau sudah bisa merasakan kehidupan yang abadi
yang tak akan pernah kembali ke dunia fana'
Padamu ku ingin berbagi rasa suka dan duka
Tapi kini...
Melihatmu saja ku tak bisa
Rintihan qolbuku akan terdengar olehmu
Tapi rintihanmu takkan terdengar olehku
Maafkan diri ini yang tak peduli
Dan kini ku sesali semua yang telah terjadi
Baca selengkapnya »