Yogyakarta, 06 Juni 2017
Saat pulang dari mbolang (read : maen" ga jelas :D ) aku ketemu sama
sepasang suami istri yang sudah tak muda lagi, mereka sedang menyebrang jalan
dengan sang suami yang membawa sepeda tuanya dilanjutkan sang istri yang
berjalan pelan di belakangnya sambil membantu mendorong sepeda tersebut.
duuh romantis sekali mereka...
Jadi keinget segelintir kisah yang tak berarti tapi membekas di
hati.
Namanya Ahmad (nama samaran) anak bungsu dari 6 bersaudara.
setiap tahun saat lebaran tiba, dia selalu menyempatkan waktu
untuk berkunjung ke rumah saudara-saudaranya yang letaknya cukup jauh, karena
memang budaya di keluarganya adalah anak yang paling bungsu harus mengunjungi
saudaranya yang lebih tua.
Dia sudah beristri dan mempunyai 2 orang anak perempuan berumur 11
tahun dan 5 tahun.
Suatu hari, hanya dengan berbekal sepeda "jengki" (sepeda tua ) berwarna biru dan putih kecoklatan, dia tetap berangkat ke rumah saudaranya yang berjarak sekitar 25km.
Berangkat pada pukul 7 pagi dengan membonceng istri serta ke-2 anaknya, yang satu berada dipangkuan istrinya yang satu lagi di depannya dengan duduk di kursi kecil yang terbuat dari kayu dan ditancapkan diantara "setir" dan "sadel" (susah menjelaskannya, silahkan dibayangkan sendiri :D).
Betapa romantisnya jika melihat pemandangan yang satu ini, disaat yang lain sudah memakia motor atau mobil jika mau pergi ke sanak saudaranya, tapi yang satu ini aahh!! sungguh romantis.
Suatu hari, hanya dengan berbekal sepeda "jengki" (sepeda tua ) berwarna biru dan putih kecoklatan, dia tetap berangkat ke rumah saudaranya yang berjarak sekitar 25km.
Berangkat pada pukul 7 pagi dengan membonceng istri serta ke-2 anaknya, yang satu berada dipangkuan istrinya yang satu lagi di depannya dengan duduk di kursi kecil yang terbuat dari kayu dan ditancapkan diantara "setir" dan "sadel" (susah menjelaskannya, silahkan dibayangkan sendiri :D).
Betapa romantisnya jika melihat pemandangan yang satu ini, disaat yang lain sudah memakia motor atau mobil jika mau pergi ke sanak saudaranya, tapi yang satu ini aahh!! sungguh romantis.
perjalanan ditempuh selama 4 jam dan biasanya si Ahmad kembali ke
rumah ba’da dhuhur, cukuplah untuk dirinya dan keluarganya mengunjungi 3 rumah
saudaranya yang tempatnya berdekatan.
