Apa sebutan yang sesuai untuk dirinya?!
Masih tertancap kuat saat pertama kali menyapa, mungkin
maksudnya agar bisa akrab. Terimakasih itulah pertama kali berkomunikasi
dengannya.
Siapa dia? Mengapa dia tiba-tiba datang dan kemudian pergi ?
apa maksudnya? Susah sekali memahaminya! Hingga membuat aku lupa bahwa dialah
yang membuatku tersadar betapa masih banyak kesalahan yang telah kuperbuat. Sekali
lagi terima kasih ke spontanitasan ucapanmu itulah koreksi untukku, meski
terkadang menyakitkan, memalukan, mengharukan, menyenangkan, dan masih banyak
perkataanmu yang aku sendiri tak bisa memahaminya…
Untuk sekarang? Bagaimana? Masih seperti itukah? Atau justru
sebaliknya? Ucapan manis, permintaan ma,af, sebuah pujian?
Yaa… lagi-lagi terimakasih telah hadir dan menjadi bagian
kisah dari perjalan hidup ini, apa ini yang dinamakan sebuah perpisahan? Perpisahan
yang paling tak disukai oleh setiap insan? Tapi inilah kenyataan dan sebagian
dari rencana Tuhan.
Jadi, siapa dia? Teman? Iya. Saudara? Iya. Kakak? Iya. Guru? Iya.
Senior? Iya. Orang tua? Iya. Lawan? Iya. Iya, dan iya. Siapapun kamu, aku tak
peduli dan aku tak berhak untuk menyebut apalagi mengakui keberadaanmu yang
memang kamu diciptakan Allah untuk mengisi kehidupan kita.
Baca selengkapnya »

0 komentar:
Posting Komentar